Awalnya Diduga Stroke dan Terjatuh, Namun Pihak Keluarga Almarhumah “ HJ” Merasa Ada Kejanggalan

space iklan anda

Awalnya Diduga Stroke dan Terjatuh, Namun Pihak Keluarga Almarhumah “ HJ” Merasa Ada Kejanggalan

Sabtu, 31 Juli 2021, Juli 31, 2021

 

 

 Piha Keluarga Almh. "HJ"

Pasaman Barat, prokeadilan.com-----Pihak Keluarga Almh. Ny. Hermina Jumini (Ny. “HJ”), 85 tahun, di Kampung Dua Mahakarya Luhak Nanduo Pasaman Barat (Pasbar), merasa ada kejanggalan  dibalik kejadian yang dialami “HJ”  sehingga akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan selama dua minggu di rumah sakit.


Informasi yang diperoleh menyebutkan, semula, pihak keluarga almarhumah mengira ibu mereka (Ny. HJ) hanya terjatuh sendirian di rumah. Sehingga ditemukan dalam kondisi  terbaring di tempat tidur dan separoh badan bagian kaki tertaruh ke lantai di kamarnya. Dan juga pada mulutnya berdarah dan dikira karena terjatuh dan dilarikan ke RS Yarsi Simpang Empat.


Disampaikan anak almarhumah, Seperti Fajar Budiman (60) dan Andrias Pandam Nugroho serta  Falentina Yanti, Mendrianto dan Fiola, kejadiannya adalah Selasa siang tanggal 22 Juni 2021. Menurut Fajar, pada hari kejadian, ibu mereka memang sendirian di rumah. Fajar menghadiri pesta pernikahan tetangga di depan rumah dan yang lainnya juga menghadiri pesta pernikahan pihak keluarga yang bersamaan harinya. Pagi itu sekitar jam 09.00 WIB, ibunya ditinggal di rumah dalam keadaan sehat  masih beraktifitas seperti bisa.


“Ketika saya di tempat pesta di depan,  orang yang punya pesta bertanya kenapa ibu nggak datang ke pesta. Lalu ia juga bertanya apakah ibu sakit. Dan saya bilang sehat seperti bisa, “ kata Fajar.


Dijelaskan Fajar, kemudian karena penasaran juga yang ditanyakan tetangga, ia pun pulang dan dilihat ke rumah. Dan ditemukan bahwa Ny. “HJ” sedang terkapar di kamar dengan pakaian juga tampak basah dan tidak bisa berbicara. Waktu itu sekitar Jam 11 atau jam 12 siang. Maka ia pun menghubungi adiknya yang perempuan untuk melihat ibunya yang butuh pertolongan dan akhirnya di bawa ke RS Yarsi Simpang Empat


 Andrias Pandam Nugroho yang juga anak almarhumah, mengatakan, awalnya mereka fokus untuk semaksimal mungkin ibu mereka dapat sembuh agar bisa ditanyakan bagaimana kejadian yang sebenarnya. Sehingga setelah satu minggu dirawat di RS Yarsi Simpang Empat. Kemudian dibawa lagi ke RS Yos Sudarso di Padang. Namun akhirnya satu minggu dirawat di Padang, ibu mereka meninggal dunia, Selasa 6 Juli 2021.


 “Selama di RS Yossudarso, nampak emak (ibu) seperti memberi isyarat, namun suaranya tidak bisa keluar. Sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu bahwa dia mungkin mengalami penganiayaan, namun tidak jelas apa yang dia ingin sampaikan, “ kata Pandam dan Mendrianto..


Menurutnya, beberapa hari ketika sedang dirawat mereka juga punya dugaan ada yang janggal seperti adanya dugaan kekerasan terhadap ibu mereka. Ditambah katanya sebelumnya ibu mereka tidak ada gejala strok.



“Kalau strok bisanya di tempat terjatuh dia terkapar. Kemudian belakangan di kamar juga ada ditemukan seutas tali,   juga ditemukan satu buah botol Pocari sweet yang isinya tinggal sisa dan beberapa set cairan pembersih. Juga tampak ada dinding dekat sumur pecah dan bolong, “jelasnya  


Ditambahkan bahwa,  saat dirawat, pada  leher almarhuah juga nampak seperti membiru dan memar. Oleh karena adanya kecurigaan tentang perlakuan yang janggal ini, menurut Fajar, Pandam, Mendrianto  dan pihak keluarga lainnya mereka bermaksud untuk melaporkan hal ini ke pihak polisi agar diketahui dan terungkap bagaimana peristiwa yang terjadi dan apa motifnya yang sebenarnya menimpa almarhumah. ***red


TerPopuler